Lepasnya Catalan dari Spanyol dan berubahnya status Catalan menjadi negeri yang berdiri sendiri setelah referendum memang telah menjadi puncak konflik yang telah lama berkembang antara Catalan dan Spanyol.Inipula berimbas pada persaingan yang sangat ketat antara Barcelona yang berada di Catalan dengan Real Madrid yang berada di Spanyol.Kini, setelah lepasnya Catalan, dikabarkan jika ada campur tangan Rusia yang menyebabkan krisis Catalan.Bahkan, yang mengatakannya adalah pihak NATO.

NATO dan Spanyol Curigai Rusia

Komandan pasukan NATO di Eropa, Jenderal AS Curtis Scaparrotti, pada hari Kamis kemarin menuntut Rusia untuk “berhenti mencampuri” dalam proses pemilihan Eropa, di tengah kekhawatiran tentang adanya campur tangan Kremlin dalam krisis Catalan. Bahkan, media Spanyol juga turut serta menuding bahwa ada campur tangan media Rusia dalam krisis Catalan.

Ya, Media Spanyol telah menuduh media yang didukung Moskow seperti Russia Today dan Sputnik – yang memiliki layanan bahasa Spanyol – telah memainkan peran yang membuat masalah semakin tidak stabil dalam krisis yang dipicu oleh referendum Catalonia yang terlarang pada 1 Oktober lalu. Moskow juga diduga mencampuri pemilihan presiden AS tahun lalu dan suara Inggris dalam kasus Brexit. Untuk hal ini, Scaparrotti mengatakan bahwa dia prihatin dengan “pengaruh buruk Rusia” di negara lain.

“Ini adalah sesuatu yang telah kami lihat di Amerika Serikat, kami telah melihatnya di sejumlah negara di sini dalam pemilihan akhir-akhir ini,” kata Scaparrotti saat ditanya tentang klaim gangguan Rusia di Catalonia. Dia juga mengatakan kepada wartawan pada sebuah pertemuan menteri pertahanan NATO di Brussels jika peristiwa campur tangan Rusia terhadap negara lain harus segera dihentikan untuk menghindari kasus serupa di negara lain selanjutnya.

Campur Tangan Moscow Sejauh Ini

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan bahwa menteri NATO “sejauh ini, telah membahas upaya Rusia yang terus-menerus untuk menerima dalam proses demokrasi kita yang berdaulat”. Tentu, ini bukan tanpa alasan mengingat ada juga laporan berita dan foto palsu yang dibagikan secara online yang telah membantu memicu krisis yang dipicu oleh referendum kemerdekaan Chili yang terlarang pada 1 Oktober.

Tahun lalu, Moskow juga dianggap telah melakukan kampanye hacking dan disinformation yang memanfaatkan media sosial secara massif untuk meningkatkan peluang kemenangan Presiden Donald Trump sekarang.Hingga hari ini pun, kemenangan Trump dianggap karena adanya campur tangan Rusia.Ini pula yang telah memicu kemarahan dan beberapa konflik di Amerika hingga saat ini.

Ketika ditanya apakah Scaparotti memiliki kekhawatiran khusus tentang krisis Catalan yang melemahkan anggota kunci NATO Spanyol, dia mengatakan “Kami telah melihat kegiatan semacam ini di negara lain juga. Ini adalah bagian dari … apa yang saya sebut sebagai kampanye destabilisasi.”

“Kami akan mendorong Rusia untuk tetap berada di dalam tatanan internasional yang diterima dan untuk menghormati hak masing-masing negara berdaulat untuk menentukan cara pemerintahan mereka, jalannya pemerintahan mereka dan bagaimana mereka menjalankan pemerintahan mereka,” kata Scaparrotti.

Sepertinya, konflik atau krisis Catalan ini tidak akan selesai dengan mudah mengingat masih ada cukup banyak pemicu yang suatu saat dapat meledak dan kembali memunculkan konflik yang lebih besar. Apalagi, warga Catalan juga tampaknya sangat mendukung referendum tersebut sedangkan pihak Spanyol telah melarangnya. Tentu, masalah ini akan merembet pada masalah lainnya baik untuk mendukung maupun menolak hasil referendum.