Month: July 2018

‘KULARI KE PANTAI’, Film Anak Berkualitas Tayang 28 Juni 2018

 

Siapapun tentu masih ingat dengan PETUALANGAN SHERINA (2000) yang menghidupkan kembali perfilman Indonesia. Dua tahun berselang, mereka menelurkan ADA APA DENGAN CINTA (2002) yang jadi salah satu film ikonik remaja Tanah Air. Tak heran kalau Riri Riza dan Mira Lesmana selalu dinantikan akan karya berkualitas mereka.

 

Tiga tahun kemudian, Mira dan Riri mengenalkan GIE (2005), sosok anak muda pecinta sastra yang begitu visioner di era Orde Baru. Tak berhenti di situ, mereka merilis LASKAR PELANGI (2008) yang hingga detik ini ada di puncak daftar film Indonesia terbaik sepanjang masa. Satu dekade berselang, Mira dan Riri tampaknya rindu membuat film-film bernafaskan kehidupan anak-anak dan kini mereka kembali lewat KULARI KE PANTAI.

 

Siap rilis pada 28 Juni 2018 di momen libur Lebaran dan sekolah, KULARI KE PANTAI memperkenalkan dua aktris cilik berbakat pendatang baru yakni Maisha Kanna sebagai Sam dan Lil’li Latisha sebagai Happy. Selain mereka berdua, jajaran aktor-aktris lain yang terlibat adalah Marsha Timothy sebagai Uci, ibu dari Sam dan Karina Suwandi sebagai ibu dari Happy. Nama-nama lain yang ada adalah Suku Dani, Dodit Mulyanto, Varun Tandjung, Fadlan Ridzal, Praz Teguh dan Yudha Khan, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Dikisahkan bahwa Sam si anak pantai asal Rote, Nusa Tenggara Timur ingin pergi ke pantai G-Land di Banyuwangi untuk berselancar. Dia dan Uci pun berniat melakukan perjalanan darat dari Jakarta ke Banyuwangi. Sehari sebelum keberangkatan, Happy yang punya kepribadian jauh berbeda dari Sam, berulah. Atas permintaan sang ibu, Happy diminta ikut Sam dan Uci. Perbedaan karakter kedua sepupu itu menimbulkan cerita sendiri pada perjalanan darat mereka ke Banyuwangi. Selama perjalanan, KULARI KE PANTAI akan memperlihatkan keindahan gunung Bromo, pantai Kasap, pantai Watukarung dan sungai Maron.

 

Digarap Serius, ‘KULARI KE PANTAI’ Sebagai Penyeimbang Karya

 

KULARI KE PANTAI sendiri sudah diumumkan oleh Riri sejak awal 2018 ini lewat akun media sosialnya. Dalam sebuah wawancara, pria berkacamata ini menjelaskan kalau KULARI KE PANTAI sebagai penyeimbang karyanya. “Sudah sejak lama kami ingin bikin film anak-anak lagi. Jadi dunia anak-anak itu penting untuk menjaga keseimbangan kami dalam berkarya. Karena bekerja dengan anak-anak, bercerita dengan mereka itu butuh semacam kepekaan sendiri.”

 

Riri pun mengungkapkan bahwa ide KULARI KE PANTAI muncul saat dirinya dan Mira serta kru Miles Film menggarap beberapa film di sejumlah daerah Indonesia. Selama perjalanan itu, dua sineas jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini mendapat sebuah pandangan baru akan berbagai gaya hidup dan kekayaan alam di Nusantara.

 

RAN Aransemen ‘Selamat Pagi’ Untuk KULARI KE PANTAI’

 

Untuk KULARI KE PANTAI, mereka berdua menggaet RAN. RAN sendiri memilih meng-aransemen ulang lagu Selamat Pagi yang meledak di tahun 2008 silam sebagai salah satu soundtrack KULARI KE PANTAI. Untuk versi baru ini, RAN menyanyikan Selamat Pagi bersama pemeran Sam dan Happy yakni Maisha serta Latisha.

 

Tak cuma Selamat Pagi, RAN juga membuat lagu Kulari ke Pantai yang ternyata mereka buat saat sedang berlibur ke pantai sebagai lagu tema film. Band dewa poker yang berisi Rayi, Asta dan Nino itu memang diberi kebebasan sepenuhnya oleh Mira untuk menginterpretasikan film KULARI KE PANTAI dalam bentuk lagu.

Tayang Akhir 2018, ‘NAGABONAR REBORN’ Tampilkan Djarot Saiful

Ada banyak sekali karakter ikonik dalam dunia film Indonesia. Salah satunya yang begitu dikenal adalah Nagabonar. Bahkan kisah Nagabonar sudah berulangkali diadaptasi ke versi layar lebar hingga mempopulerkan nama aktor senior Deddy Mizwar. Calon Gubernur Jawa Barat itu bahkan kembali menghidupkan Nagabonar beberapa tahun silam dengan menggaet Tora Sudiro. Namun itu bukanlah akhir perjalanan Nagabonar.

 

  1. Gempita Cipta Perkasa (GCP) akhirnya turun tangan untuk memperkenalkan Nagabonar ke generasi milenial lewat NAGABONAR REBORN. Diprakarsai aktor sekaligus pengacara Gusti Randa, NAGABONAR REBORN akan kembali memperlihatkan sosok Nagabonar yang sangat identik dengan warga Medan itu. Tak sendiri, Gusti akan duduk di bangku produser bersama politisi sekaligus pengacara yang begitu mencintai seni, Trimedya Panjaitan.

 

Sudah memulai proses syuting pada 21 Mei 2018, NAGABONAR REBORN dijadwalkan akan bisa diedarkan pada akhir tahun 2018 ini. Meskipun masih menyimpan rapat-rapat jalinan kisahnya, NAGABONAR REBORN hanya dijelaskan secara tersirat akan menceritakan kehidupan Nagabonar sehari-hari di Medan, seperti dilansir Waspada Medan.

 

Demi menghidupkan karakter asli Nagabonar, pihak produser pun membutuhkan cukup banyak pemeran lokal di Medan. Tak heran kalau NAGABONAR REBORN sampai menggelar proses audisi di Sumatera Utara. Penggarapan yang lebih lokal ini dikarenakan keengganan memakai aktor judi bola online asal Jakarta karena akan memiliki logat bahasa yang berbeda.

 

‘NAGABONAR REBORN’ Syuting di Medan

 

Untuk lokasi syutingnya, NAGABONAR REBORN memilih 70 persen di kabupaten Humbang-Hasundutan dan sisanya 30 persen di Medan. Pemilihan Humbang-Hasundutan sendiri karena memiliki kenampakan alam indah seperti sungai yang jernih, pegunungan dan perairan sandaran kapal yang sangat sesuai dengan kehidupan lampau seperti dalan naskah karya mendiang Asrul Sani. Kuat dugaan kalau NAGABONAR REBORN akan menjadi film reboot atau mungkin remake dari kisah asli Nagabonar.

 

Ada satu hal yang menarik saat syuting teaser film NAGABONAR REBORN digelar pekan lalu. Di mana calon Gubernur Sumatera Utara yakni Djarot Saiful Hidayat ikut serta beradegan. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bahkan berperan sebagai cameo dan masuk dalam adegan main catur bersama Ence Bagus dan Gading Martin. Dengan kisah Nagabonar yang cukup fenomenal di masa lampau, harapan kalau NAGABONAR REBORN bisa diminati generasi milenial dengan target satu juta penonton bisa terpenuhi.

 

Janjikan Beda, ‘NAGABONAR REBORN’ Digarap Berkualitas

 

Selama proses produksi, GCP memang menegaskan kalau NAGABONAR REBORN berbeda dengan film-film sebelumnya. Ada banyak tokoh penting dalam sejarah Nagabonar yang terlibat seperti salah satunya adalah Emteni Syaf, sutradara film pertama Nagabonar. Selain itu juga ada Mutiara Sani, istri sang pencipta Nagabonar, mendiang Asrul. Jajaran aktor-aktris lain yang terlibat adalah penyanyi Judika sebagai Bujang, sahabat Nagabonar, lalu Tika Panggabean sebagai ibu Nagabonar dan Eli Sugigi sebagai dukun beranak Nagabonar.

 

Kualitas NAGABONAR REBORN pun terlihat dari sosok sutradara dan penulis naskah. Di mana bangku sutradara dibebankan pada Emil Heraldi, sutradara NIGHT BUS (2017) yang berstatus sebagai film terbaik Festival Film Indonesia 2017. Tak sendiri, Emil kembali bekerja sama dengan Rahabi Mandra, penulis skenaro NIGHT BUS. Dengan bergabungnya dua nama besar di balik NIGHT BUS, tampaknya pihak GCP cukup optimis kalau NAGABONAR REBORN akan jadi suguhan baru berkualitas yang berbeda. Bahkan bukan tak mungkin jika film yang diproduksi secara lokal ini akan mampu bersaing di Festival Film Indonesia 2019.