Kemenkes: Vaksinasi Bisa Turunkan Penyebaran Difteri

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa penyebaran difteri menurun di akhir tahun 2017 ini. hal ini dikarenakan adanya program vaksinasi sebagai repons penyebaran difteri atau juga Outbreak Response Immunization ORI.

Elizabeth Jane Soepardi selaku Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, dan juga Direktur Surveilans menjelaskan adanya kasus yang berkurang soal difteri ini. dan ini berkat program imunisasi awal bulan dan juga liburan akhir tahun bisa mengurangi penyebarannya. “Sekarang ini penambahan kasus dalam satu minggu terakhir sudah menurun, ya. Sekitar lima kasus per harinya. Sebelumnya cukup tinggi, di atas 10 sampai 20 kasus per hari. Kita lihat nanti sesudah tahun baru, kita harus waspada ini, jangan sampai menjadi outbreak atau wabah di sekolah-sekolah atau pun di pesantren dan asrama,” jelasnya.

Meskipun  tren kasus difteri selama ini diklaim sudah menurun, tetap saja mewabahnya kembali penyakit difteri ini menjadi sebuah fokus perhatian pemerintah akhir-akhir ini. dan sampai dengan pertengahan Desember, telah menyebabkan jatuhnya para korban dan terhitung ada 38 jiwa di Indonesia.

Vaksinasi Untuk Orang Dewasa

Kementerian Kesehatan berencana akan memasukkan vaksinasi difteri bagi orang dewasa ke dalam program vaksinasi nasional. Elizabeth Jane Soepardi menyatakan bahwa pihaknya bakal memulai studi serologi guna meneliti adanya immunity gap yakni kesenjangan ataupun kekosongan kekebalan pada kalangan penduduk yang ada di suatu daerah. Kekosongan kekebalan ini pun terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang mana rentan pada difteri. Hal ini disebabkan karena kelompok ini tak mendapatkan imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap.

“Saya rasa tahun depan itu baru ke dokumentasi ya, dan mencari datanya untuk direview dulu oleh ahli kemudian nanti keluarnya dari rekomendasi ahli togel singapura bahwasanya dewasa juga perlu masuk ke dalam program ini dan kemungkinan untuk tahun 2019. Tapi kan saat ini sebagian orang dewasa sudah mulai, ya,” jelas Jane lebih lanjut.

Ada Klinik yang Sudah Mulai Vaksinasi Dewasa

Meskipun demikian beberapa instansi sudah mulai mengadakan imunisasi difteri yang ditujukan untuk usia dewasa seperti misalnya yang dilakukan oleh Klinik Satelit, Universitas Indonesia. klinik itu menyediakan vaksinasi difteri bagi mahasiswa, staf UI, pegawai bahkan untuk masyarakat umum.

Lebih lanjut lagi Jane mengatakan bahwa pada awal tahun 2018 mendatang pemerintah bakal mengadakan perluasan cakupan wilayah wabah atau outbreak Response Immunisation atau ORI guna mencegah wabah difter semakin parah lagi. Dan pada tanggal 11 Desember yang lalu, ORI pun sudah dilakukan di 12 kabupaten/kota pada tiga provinsi yakni di DKI, Banten dan Jawa Barat.

“Setelah itu ka nada kabupaten kota lagi yang kemungkinan harus masuk, jadi jumlahnya mungkin saja akan bertambah lagi. Namun yang pasti akan dilaksanakan itu adalah wilayah Jawa Timur, karena itu kasus yang paling banyak. Kemudian yang pasti lagi di Aceh, lalu Sumatra Selatan dan Lampung. Itu antara lain kita bisa hampir pastikan. Dan di Kalimantan Barat juga,” imbuhnya.

Salah satu kasus difteri yang ada di Jakarta adalah putra Alamsyah yang mana baru berumur 9 tahun di mana ia mengalami demam yang tinggi. Kemudian ia membawanya ke RS Bakti Asih yang berlokasi di Ciledug, Tangerang, tetapi kemudian dirujuk untuk ke RSPI Sulianti Saroso karena memiliki gejala penyakit difteri. Rumah sakit ini menjadi rujukan para pasien yang diduga menderita gejala difteri bahkan sampai 100 orang banyaknya.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *