Heboh Rumor Batu Susun Mistis Sungai Cidahu

Pada awal Februari ini, warga kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi mendadak dihebohkan dengan susunan batu yang tampak seimbang di aliran sungai Cidahu. Foto bebatuan yang bersusun tinggi itupun mendadak viral di internet dan memunculkan berbagai rumor mistis. Karena dikaitkan dengan hal mistis oleh sebagian orang, untuk menghindari hal tak diinginkan, batu-batu itu dihancurkan oleh jajaran perangkat desa. Salah satunya adalah camat Cidahu, Ading Ismail.

 

Bersama warga, dirinya menghancurkan batu-batu itu. Kepada Detik, Ading berkomentar, “Setelah mendapat informasi saya langsung ke lokasi, saya serap informasi dari warga yang mengaku melihat sejumlah orang yang membuat batu-batu itu menjadi bersusun. Dan Alhamdulillah, hari itu juga saya bersama aparat MUI dan Muspika Kecamatan Cikidang langsung menghancurkan batu-batu itu. Ini semua karena dikaitkan dengan hal-hal mistis dan tentu tidak mendidik,” ungkap Ading.

 

Sekedar informasi, dilaporkan ada susunan rapi bebatuan sebanyak 90 buah berjejer di aliran sungai kampung Cibojong, RT 01 RW 01, desa Jayabakti, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto-foto itu menjadi heboh karena diposting sejumlah warganet secara masif dibumbui cerita misteri dan fenomena alam.

 

Beredar Isu Warga Kesurupan Usai Hancurkan Batu

 

Hanya saja rumor mistis bebatuan sungai Cidahu tak berhenti di situ saja. Setelah belasan set batu dihancurkan, muncul kabar sejumlah warga kesurupan. Kabar togel terpercaya itu dipastikan merupakan kabar bohong. Ading menjelaskan bahwa ulah oknum warganet yang memposting dengan dibumbui hal mistis tidak bisa diterima. Bahkan selesai perusakan oleh Muspika, postingan lainnya muncul dan menyebut ada warga kesurupan pasca perusakan batu-batu bersusun itu.

 

“Siang saya hancurkan malamnya muncul lagi postingan, menyebut ada 9 warga kesurupan. Saya langsung minta tolong ke aparat desa untuk melakukan pengecekan dan ternyata itu hoax,” kata Ading geram. Meskipun demikian, Ading tak menampik jika awalnya warga tidak berani merusak batu-batu Cidahu karena takut kualat. Namun saat aparat kecamatan Cidahu dan MUI setempat datang ke lokasi memberi arahan untuk merusak batu-batu meresahkan itu, semua berjalan lancar.

 

Lebih lanjut, Ading sebetulnya tidak mempermasalahkan jika bebatuan susun itu memang dibuat sekelompok orang. Meskipun pada dasarnya susunan batu bernilai seni tinggi itu bisa saja hancur karena luapan angin sungai. Hanya saja yang membuat dirinya geram adalah sudah dikaitkan dengan hal-hal mistis. “Ini itu sudah merusak akidah, karena sudah dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis,” pungkasnya.

 

Susunan Batu Diciptakan Sekelompok Pemuda

 

Tak lama setelah bebatuan susun di sungai Cidahu itu dihancurkan, terungkap jika batu-batu itu bukanlah fenomena alam maupun ulah makhluk halus, melainkan disusun oleh sekelompo anak muda. “Saya dapat informasi jika susunan itu sengaja dibuat sejumlah anak muda dengan maksud mengajak warga untuk menjaga lingkungan. Yang salahnya itu oleh yang pertama kali melihat mungkin kaget informasinya jadi liar hingga dikaitkan dengan fenomena alam dan mistis,” papar Agus Muzamil, Sekretaris Desa (Sekdes) Jayabakti.

 

Tak ingin menelan mentah-mentah info itu, Agus pun melakukan riset mengenai bebatuan Cidahu. “Sejak postingan itu viral saya sudah lebih dulu mencari tahu tentang susunan batu seperti itu, bahkan saya buka Youtube dan informasi pembanding. Ternyata kegiatan semacam itu memang banyak dilakukan oleh sejumlah komunitas. Ada yang buat dan saya pikir itu aksi positif. Hanya saja karena dikasih keterangan yang aneh jadi ramai dan berkesan kurang baik,” tutup Agus.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *