Selama ini penjara dikenal sebagai ruang tahanan dengan jeruji besi, sempit, kumuh dan kotor. Namun, seperti hal itu tidak berlaku bagi pangeran Arab Saudi. Ya, Arab Saudi diketahui tengah melakukan ‘bersih-bersih’ di tubuh kerajaan dari segala aksi korupsi. Hasilnya belasan pangeran dan beberapa mentri diantaranya masih aktif ikut terciduk dalam aksi bersih-bersih ini. Nah, ruang penjara bagi para pangeran ini ternyata berbeda dari yang lain karena penjaranya adalah hotel bintang 5. Wow.

Hotel Ritz-Carlton Jadi Penjara

Sekarang Ritz-Carlton yang megah, yang berada Riyadh dilaporkan telah berubah menjadi penjara sementara setelah tindakan keras yang dilakukan oleh kerajaan Saudi terhadap tindak pidana korupsi pada elit. Jaksa agung Arab Saudi sendiri juga tidak bersumpah untuk tidak melakukan perlakuan khusus terhadap mereka yang ditahan dalam pembersihan tersebut, termasuk para pangeran, menteri dan pengusaha seperti konglomerat miliarder Al-Waleed bin Talal yang flamboyan.

Tapi hotel bintang lima yang tersebar di atas lahan 52 akre (21 hektar), yang awalnya dibangun untuk menampung tamu keluarga kerajaan, sangat berbeda dari sel penjara pada umumnya yang dikenal. Sang pangeran dipenjara dengan suite (kamar) megah dan lorong pastel yang dipenuhi dengan patung perunggu serta lampu gantung yang berkilauan.

Tentu, perlakuan terhadap keluarga kerajaan tersebut memicu berbagai candaan ringan di media sosial, dengan ungkapan yang bisa membuat tertawa seperti; “Para pangeran itu selembut mentega dan mungkin tidak dapat bertahan dalam penjara yang sebenarnya,” kata seorang pria Saudi di Twitter, merujuk pada tahanan elit di hotel mewah.

Jaksa Agung telah mengatakan bahwa sekitar 201 orang ditahan karena didakwa telah melakukan penggelapan dan tindak korupsi sebesar $ 100 miliar. Banyak juga di antaranya mengalami interogasi terperinci yang dilakukan secara rahasia. Tidak jelas apakah mereka semua ditahan di Ritz Carlton atau tidak. Bagaimanapun, perlakuan terhadap keluarga kerajaan ini memang memicu kontroversi.

Royal Purge, Hak Istimewa Kerajaan

Sejauh ini, tidak ada informasi resmi berapa lama para pangeran tersebut akan berada di bawah tahanan rumah. Minggu lalu, situs hotel sudah menerima reservasi online sebanyak 492 kamar hotel dan tidak menunjukkan ketersediaan sampai Desember. Pada hari Jumat, kemudian laman tersebut menunjukkan tidak ada ketersediaan kamar sampai 1 Februari. Ini memicu spekulasi bahwa “daftar tamu” diperkirakan akan tumbuh.

Seorang pengusaha Saudi yang telah merencanakan untuk menyelenggarakan sebuah acara di hotel minggu ini tiba-tiba diberitahu jika acara terpaksa dibatalkan. Dia mengatakan pada media “Karena keadaan tak terduga dari Ritz-Carlton, hotel tersebut diperintahkan untuk mengakomodasi delegasi pemerintah profil tinggi yang dimulai pada 4 November 2017,” seperti kutipan sebuah pesan dari manajemen hotel.

Tentu, penangkapan anggota keluarga kerajaan ini telah membuat riak kegelisahan di dalam tubuh kerajaan Saudi. Pasukan Saudi juga telah menyimpan beberapa jet pribadi di bandara, mungkin ini bertujuan untuk mencegah tokoh-tokoh terkenal meninggalkan negara tersebut, kata sumber penerbangan, yang memprovokasi kekhawatiran akan penangkapan sejumlah orang penting lebih banyak lagi.

Tindakan yang bisa dibilang berani tersebut telah mengekspos elit kerajaan yang dulu tak tersentuh hukum. Namun, walau demikian banyak orang yang mengatakan jika Ritz-Cartlon bukanlah penjara terburuk dan memang seharusnya keluarga kerajaan juga diperlakukan sama. Hanya saja, adanya hak istimewa kerajaan ini mungkin yang menjadi pertimbangan akan vonis yang dijatuhkan kepada para anggota kerajaan bandar togel sgp yang terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi.